Dalam
kebebasan berekspresi dan berkarya di jaman sekarang orang lebih memilih
sesuatu hal yang baru, yang unik, dimana orang belum pernah punya atau
melakukan. Hal ini menjadi trand tersendiri buat kawula muda Indonesia. Untuk
hari paling bahagia ini tak akan terlewat begitu saja. Berusaha sekuat tenaga agar moment sekali seumur hidup ini penuh dengan kesan mendalam.
Bisa di
bayangkan hal-hal aneh bin unik pasangan sekarang melakukan persiapan dan acara
pernikahannya. Sebagai contoh :
Preweding
Jaman sekarang
acara pernikahan hampir semua terpajang poto berdua menghiasi gedung acara
pernikahan. Tak tanggung-tanggung para pasangan menyewa studio foto dengan lokasi-lokasi
yang extreem. Seperti di atas jurang, mendaki gunung, ombak laut, arus sungai
dsb. Ada sebuah kebanggaan sendiri tentunya
Undangan
Kalau dulu
kertas ini dibaca dibuang, sekarang desain unik, bahan berfariasi, model pun
tak mau biasa. undangan dibuat agar bisa bermanfaat atau ada juga undangannya berupa
bingkisan. Masing-masing adat dan lingkungan sangat menunjang hal ini.
Waktu pernikahan
Dari waktu
pernikahan yang dahulu mencari hari baik, untuk jaman sekarang semua hari
adalah baik. Dan hari paling baik adalah Sabtu-Minggu atau hari libur disaat
awal bulan “GAJIAN”. Siap-siap dech tiap bulan bertebaran undangan hahaha...
Gedung Pernikahan
Lokasi
pernikahan pun sekarang menjadi bahan rundingan penting. Kalau dahulu harus
dilaksanakan di rumah, sekarang rumah sudah nomer sekian. Dengan alasan
sempit, susah terjangkau, tak mau repot beres-beres, gengsi dan apalah alasan,
sehingga memilih di pinggir laut, di lapangan, di stadion, di gedung mewah dll.
Pakaian
Pakaian adat
pun sudah ditinggalkan dengan gaun-gaun panjang nan mahal. Pakaian pesta
di desain sedemikian rupa by custom. Sehingga orang berbondong-bondong mencari
literature gaun pernikahan yang mengagumkan.
KUA
Urusan KUA
berlabel larangan UU saja siap di terjang, enggan nikah di KUA. Berani bayar
mahal
dengan melanggar UU dengan mengundang KUA keluar kantor dan di luar jam kerjanya.
dengan melanggar UU dengan mengundang KUA keluar kantor dan di luar jam kerjanya.
Mahar
Kalau dahulu
hanya di amplop, sekarang uang maskawin dibentuk dan dihias menjadi berbagai
model seperti masjid, wayang, logo, symbol dan sebagainya berbagai keunikan
yang diinginkan oleh pasangan sehingga menjadi kebanggan tentunya.
Memang ini
adalah hak semua orang dalam memilih keputusannya. Uang bisa dicari tetapi
kepuasan menjadi nomer satu. Padahal agama
menganjurkan untuk tidak memberatkan dalam pernikahan, dan juga dilarang dalam berlebih-lebihan.
menganjurkan untuk tidak memberatkan dalam pernikahan, dan juga dilarang dalam berlebih-lebihan.
Tak sedikit
uang yang dikeluarkan dalam pesta pernikahan. Pesta yang hanya 1-3 hari
menguras seluruh tenaga, pikiran, waktu dan uang. Makna dari pesta pernikahan
itu sendiri seakan tersampingkan saat perjalanan setelah menikah. Pasang surut
terpaan kehidupan menjadi pelajaran yang berharga.
Untuk para
calon pengantin..
Tak perlu berlebihan,
tak perlu malu atau mengharap waaach orang. Lihat kondisi dan orang tua kita.
Walau itu hasil kerjamu sendiri tetapi masa depan, masa setelah nikah itu yang
terpenting. Jangan kau hambur-hamburkan uang hanya untuk pesta yang berlebihan.
Sedikit maupun banyak, sederhana maupun mewah orang akan selalu mencibir.
Apapun itu sesuaikan kemampuan
diri dan buang rasa Gengsi

Comments